Senin, 03 Januari 2011

| by Ananda Munkz Ariez

0

Diriku

"kenallah dirimu, maka kau kan kenal Tuhanmu"

Sering aku mencari dimanakah Dia berada saat aku butuh Dia
Saat ku sendirian, kesepian, dan saat ku tersakiti
Dimanakah Tuhan berada saat itu ...

Dulu aku sering merasaTuhan tak adil padaku, kenapa aku harus terlahir ke dunia ini atau selamat dari musibah itu
kalau aku harus sendirian, kesepian dan menderita

sering aku merasa takut ...
takut untuk menghadapi dunia, takut tuk hadapi kenyataan, takut jika apa yang mereka katakan dulu benar. ucapan - ucapan rino dan temen - temannya dulu "gak akan ada cowok yang mau sama kamu"
selama 3 tahun duduk di bangku smp cuma kata -kata itu yang mereka ucapkan. hingga akhirnya membuat aku takut untuk berada dekat dengan pria.

aku bencei dengan mereka, aku ingin mereka tak bahagia seperti yang aku alami saat itu. aku takut kalau aku bertemu dengan salah satu dari mereka, semua kenangan itu akan kembali, luka yang belum kering kan semakin lebar dan akan membuatku semakin jatuh dalam jurang kebencian dan dendam.
Waktu aku cerita ke mentorku dia bilang "apa yang kamu rasakan itu manusiawi, karena kamu manusia kamu bisa merasakan benci itu"

slama ini rasa benci itu semakin menjadi - menjadi apalagi saat aku tahu kalau Rino dimas hidup dengan sempurnanya, punya pacar, kerjaan mapan betapa bahagianya dirinya. sedangkan aku ...
aku terpuruk ...
pernah sekali aku bertemu dengan rino yang berakibat aku melukai diri aku sendiri karena menurut aku dengan melukai diri aku, semua rasa sakit di hati ini akan hilang, tapi salah luka itu malah semakin lebar dan semakin membuat aku terpuruk

Lalu . . .
Beberapa bulan yang lalu aku mulai belajar mengenal diriku, dan aku sadar slama ini Tuhan tak pernah jauh dariku Slalu menemaniku.
Betapa sayangnya Dia kepadaku, slalu mendampingiku disaat aku senang dan saat Ku terpuruk karna Dia tak pernah jauh dariku.
Karena Kalau Dia tak sayang padaku Dia tak akan Meminjamkan aku tubuh ini, dia akan membiarkan aku mati saat aku memiliki kesempatan hidup 25%, bahkan Dia tak akan memberikan aku cobaan yang aku alami saat itu . . .

Sekarang ...
Aku bersyukur dan menerima diri aku apa adanya, karena aku sadar dan tahu bahwa Dia memberiku hidup ini bukan untuk menangisi hal yang tlah lalu tapi tuk truz malangkah ke depan bagaimanapun tanggapan sekitarku
Dia memberiku hidup agar aku dapat menjalani hidup ini meski aku sering terjatuh dan terjatuh Dia ingin aku truz bertahan dan bangkit dari keterpurukan yang aku alami
Dia memberi aku hidup agar aku bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk untuk aku jalani, hingga aku tahu jalan mana yang harus aku pilh untuk mencapai kebahagianku yang sebenar - benarnya.
Dia memberi aku hidup agar aku melihat betapa fananya dunia ini . . .


0 komentar:

Posting Komentar